Sebab satu ketika dulu
Menyayanginya umpama nafas bagi aku
Satu ketika dulu..
Sunday, 7 July 2013
Saturday, 8 June 2013
beri
siapa siapa
bagaimana
takkan mungkin bisa mengaut rasa
apa apa
mengapa
jangan pernah diungkit cela
bila bila
mana mana
masih cari hilangnya ia
beri aku masa
untuk pulih semula
walaupun tidak seperti
sediakala
Thursday, 23 May 2013
Memangnya Insan
Dan memangnya insan itu selalu menodai. Menodai kata taubat yang dilafaz sendiri. Terikat dengan beribu dosa yang sama sekali sedaya cuba ingin hindari. Itulah, dan memangnya insan itu begitu. Kalau bukan kerana rahmat tuan kita kita itu, mungkin kita kita semua sudah pun menjadi kita kita yang lain. Terpesong jauh menyimpang, tak diketemukan hala benar kehidupan.
Mereka kata,hidup mula bila sudah mati. Memangnya benar. Dan insan itu mengetahui tentang itu. Dan dia juga mengetahui bahawa tuan, pemilik kita itu masih mahu memberi kesempatan lebih dari seribu kali. Cuma insan itu yang menzalimi. Mensia-sia usia, insan berkata "alahai,muda lagi".
Bukan apa. Yang ditakutkan bukan saat mati. Tapi saat selepas mati. Mereka kata mati itu hidup. Kerana hidup setelah mati itu, selama-lamanya. Amal apa yang akan dibawa ke neraca timbangan nanti?? Dihumban ke neraka atau dipapah manja ke syurga?
Insaf.
Taubat lagi.
Dan Ar-Rahman Ar-Rahim itu masih mahu memberi. Memberi peluang lebih dari seribu kali lagi.
Dan memangnya insan itu nodai lagi. Menodai kata taubat yang dilafaz sendiri.
Wednesday, 22 May 2013
Thursday, 16 May 2013
Suatu saat
Suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum
Suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu
Suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya
Suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
ke mana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir
Sunday, 12 May 2013
Abdi
Liku yang tercoret
Mengapa harus diteruskan jalanan itu??
Mungkin ia percikan wangian syurga
atau rembesan cahaya neraka.
Wahai khalifah Sang Pencipta
Abdikan dirimu
setulus tulus pengabdian
moga ada sinar
terangi liku suram
tatkala dirimu
terkapai cari suluhnya mentari.
Mengapa harus diteruskan jalanan itu??
Mungkin ia percikan wangian syurga
atau rembesan cahaya neraka.
Wahai khalifah Sang Pencipta
Abdikan dirimu
setulus tulus pengabdian
moga ada sinar
terangi liku suram
tatkala dirimu
terkapai cari suluhnya mentari.
Friday, 10 May 2013
Derita
Resah yang dirasakannya bukan kepalang,
Ibarat jantung diragut helang.
Nyawa tergantung,
jiwa tak sampai.
Wanita itu begitu kecewa
sampai seluruh organnya ibarat terlucut.
Berderai hati
jadi keping-keping busuk
Duhai kekasih
tak mampu ditahan air mata yang menetes
Kasihanilah dirinya
Karena baginya berat sungguh penderitaannya.
Ibarat jantung diragut helang.
Nyawa tergantung,
jiwa tak sampai.
Wanita itu begitu kecewa
sampai seluruh organnya ibarat terlucut.
Berderai hati
jadi keping-keping busuk
Duhai kekasih
tak mampu ditahan air mata yang menetes
Kasihanilah dirinya
Karena baginya berat sungguh penderitaannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)